Pages

Rabu, 04 Agustus 2010

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR (MINDSET)

UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.
1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.
BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.
Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata: kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).
PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik
PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari
Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan inestetik=gerak,
Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar
14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.
2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
• Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
• Melakukan kontemplasi
• Mengevaluasi diri
• Mengenali sifat baik dan buruk diri
• Bersihkan hati (qolbu)
• Buang sifat negatif
• Komitmen pada sifat positip
• Terus menerus melakukan perbaikan
Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
• Berdoa saat Memulai kerja
• Bersyukur atas segala ni’mat
• Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
• Bekerja dunia berbasis akhirat
• Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
• Konsisten dalam komitmen
• Belajar & Terus Belajar
Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
- Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
- Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
- Temukan kesalahan/kekurangan diri
- Berjanji untuk tidak mengulangi
- Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.
3. KONSEP DIRI (SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.
HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)
BAGAIMANA ANDA AKAN MEMBENTUK KONSEP DIRI
• Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri. Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
• Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.
Konsep Diri PNS : PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.
Indikator Konsep Diri PNS
• Bekerja sebagai ibadah
• Budaya kerja efektif
• Menghindari sikap tidak terpuji
• Pelayan dan pengayom masyarakat
• Sesuai aturan yang berlaku
• Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
• Tidak rentan terhadap perubahan
• Terbuka dan realistis
• Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
• Bekerja profesional
Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja untuk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip
TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
• menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
• mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
• mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
• berani mencoba / mengambil risiko.
• mencari feedback secara terus-menerus.
• belajar dari pengalaman.
• melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.
MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.
5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.
Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.


Merubah Pola Pikir [Changing Mindset]
Apapun kelainan yang dipunyai oleh seseorang, pada dasarnya mereka adalah sama seperti kebanyakan orang. Didalam tubuh mereka terdapat proses kimia yang sewaktu waktu dapat menjadi tidak seimbang sehingga perilaku mereka berubah. Neuro-transmittal mereka menjadi tidak seimbang sehingga membuat mereka menjadi tidak dapat mengendalikan diri, terobsesi, depresi, maniak dan labil. Seperti kebanyakan orang mereka dapat pula mengembangkan pola pikir/ persepsi yang dapat bermanfaat ataupun merugikan mereka sendiri. Untuk dapat membaca pola pikir seseorang, kita tidak selalu memerlukan bahasa verbal. Ada yang namanya bahasa perilaku. Tanpa disadari lingkungan sekitar kita dapat membentuk pola pikir negatif yang dapat merusak diri sendiri.

Seseorang dapat menjadi marah atau depresi karena berbagai macam faktor seperti faktor sosial, keadaan emosi, cara berkomunikasi, perilaku, melakukan diet dan minum suplemen / obat-obatan.

Pola berpikir seseorang biasanya mengikuti cara pola berpikir kebanyakan orang yaitu pola pikir mengejar perhargaan/ membela diri/ membuat alasan2/ mengucilkan diri, dll.

Topik ini saya kemukakan dengan harapan dapat merubah total pola pikir seseorang. Untuk ini diperlukan banyak bantuan hypotherapy. Seperti-nya cara "konsultasi" tidak akan banyak membantu merubah pola pikir seseorang yang cenderung menyukai/kecanduan untuk memanifestasikan pola pikir lama mereka. Dan jika ini tidak memungkinkan maka diperlukan cara untuk "mengatur" respon lingkungan sekitar dengan cara meng-konfrontasikan-nya sehingga dapat merubah pola pikir yang negatif secara tidak langsung. Tentu bagi beberapa orang, mereka dapat melakukannya dengan cara diet dan mengkonsumsi obat-obatan tapi dengan syarat harus merubah total lingkungan sekitar sehingga dapat memancing timbulnya perubahan pola pikir dan juga penting orang tersebut harus punya niat yang kuat untuk merubah pola pikir lama mereka.

Berikut ini adalah ringkasan yang saya tulis dengan harapan dapat anda pakai untuk menolong orang lain.


Pola Pikir
Kita melihat banyak orang terpengaruh pada berbagai macam pola pikir. Pola pikir dapat pula mempengaruhi orang yang "non-verbal". Pola pikir adalah kecenderungan manusiawi yang dinamis, ia dapat mempengaruhi siapa saja; ia dapat membantu kita, dapat pula merugikan kita.

Ada orang dengan pola pikir perfeksionis. Kita menilai diri kita begitu tajam sehingga sekilas kita tidak berani mencoba sesuatu yang tidak kita kuasai dengan sangat sempurna.

Ada orang dengan pola pikir obsesif, mengingat terus menerus sesuatu yang menakutkan kita sehingga kita menteror diri sendiri sampai rasa takut itu menjadi jauh lebih besar dari diri kita sendiri dan akhirnya kita berhenti sambil meyakini bahwa semuanya adalah malapetaka.

Ada juga orang dengan pola pikir pesimis. Kita meyakini bahwa kita telah dikutuk. Bagaimanapun kerasnya kita berusaha tapi yang datang selalu hal hal buruk. Kitapun tidak mampu melihat atau peduli akan keberhasilan kita karena kita memilih untuk hanya melihat pada kegagalan kita.

Ada orang dengan pola pikir bergantung pada orang lain. Kita sangat ingin untuk bebas tapi dilain pihak kita merasa bahwa hanya orang lain yang dapat menyelamatkan kita. Kita berpikir bahwa mereka mencintai kita karena mereka telah menyelamatkan kita. Kita merasa takut kehilangan hubungan baik yang telah lama dibina. Kita mendambakan kebebasan tapi kita sangat merasa tidak aman jika tidak bergantung pada mereka; takut mereka akan menelantarkan kita.
Ada orang dengan pola pikir "saling membutuhkan". Kita memfokuskan diri untuk mencintai orang lain dan membuat orang yang dicintai menjadi bergantung pada kita dengan mencurahkan segala perhatian dan perasaan cinta kita kepadanya. Yang dicintai merasa orang lain tidak dapat mencintai-nya kecuali kita, Pada akhirnya orang yang kita cintai merasa tidak berdaya

Ada orang dengan pola pikir membenci diri sendiri / suka melukai diri sendiri. Kita membuat diri kita sendiri menjadi seorang pesimis lalu melakukan hal yang sama pada orang lain. Tetap bertahan untuk tidak merubah diri bahkan mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti bahwa akan ada sesuatu yang berbahaya apabila kita keluar dari pola pikir yang lama.

Ada orang dengan pola pikir birokrat/dogmatik, memaksakan kehendaknya untuk mengikuti aturan dan merasa kita yang paling tahu segalanya
Tapi kita juga dapat mempunyai pola pikir yang baik dan konstruktif.

Kita dapat memiliki pola pikir yang optimistis. Kita percaya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Semua dapat dilakukan secara bertahap, biar lambat asal selamat maka kita akan berhasil melakukan sesuatu yang teramat sulit

Kita juga dapat memilih pola pikir seorang yang realistis. Dapat mengalahkan rasa takut dan hal-hal negatif dan melihat sesuatu tanpa menggunakan emosi lalu membuat rencana secara bertahap dengan penuh rasa percaya diri

Kita juga dapat mempunyai pola pikir Taoisme. Bahwasanya hitam tidak selalu jelek dan putih tidak selalu baik. Sesuatu yang jelek dapat sangat bermanfaat jika ada pada situasi yang tepat. Bahwa sesuatu yang kelihatan-nya baik mungkin dapat mencelakakan kita. Selalu berada dijalur tengah, berjalan dengan sendirinya tanpa diatur, tanpa emosi, menerima apa adanya tanpa penyesalan Ini merupakan cara terbaik untuk meraih kebahagiaan. Yang perlu kita pikirkan atau kuatirkan adalah saat sekarang ini, menit ini, detik ini, bukan kemarin ataupun esok hari. Semua langkah kita dapat dilakukan dengan benar jika kita tidak merasa putus asa dan tidak terlalu memikirkan hal-hal menakutkan yang belum terjadi atau memikirkan bahwa kita akan gagal. Jika kita dapat memfokuskan diri kita pada saat sekarang maka kita akan dapat jauh lebih sukses.

Kita juga dapat mempunyai pola pikir seorang yang mandiri. Tidak terlalu memikirkan perasaan orang lain sehingga orang lain dapat merasa bebas. Kita semua dapat menggali kemampuan diri secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing tanpa harus mempunyai perasaan bersalah, rasa malu ataupun rasa terbebani.

Setiap saat kita dapat menentukan pilihan untuk merubah pola pikir apakah kita akan tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang negatif

Pola pikir yang merusak diri ternyata dapat dirubah sehingga kita dapat bekerja dengan lebih baik, dapat menguatkan sesama, pemaaf, mandiri, dapat mengekspresikan diri dan punya cita-cita.


5 Pola Pikir untuk Merajut Masa Depan yang Lebih Sempurna
Jarum jam terus berderak dan berdentang. Dan dalam laju perjalanan sejarah itu, kita semua diminta untuk bisa terus tumbuh dan berkembang. Tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang nan unggul. Berkembang menjadi manusia - manusia yang mulia nan bermartabat. Sebab pada akhirnya : bukankah kita semua diciptakan untuk “menjadi khalifah-khalifah terbaik di muka bumi”?
Pertanyaannya sekarang adalah : jikalau memang kita mesti menjadi manusia-manusia unggul nan mulia, lalu pola pikir terbaik apa yang mesti dicengkram untuk merajut masa depan yang indah nan tercerahkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengajak Anda semua melakukan ziarah pada lima elemen pola pikir (minds) yang diyakini merupakan modal penting untuk membangun keunggulan.
Lima pola pikir ini sendiri sejatinya digagas oleh Howard Gardner melalui salah satu bukunya yang memikat bertajuk Five Minds for the Future. Gardner sendiri merupakan pakar psikologi yang dikenal luas karena dia-lah orang yang pertama kali memperkenalkan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Melalui serangkaian riset yang ekstensif, Gardner menyimpulkan adanya lima jenis pola pikir yang akan memiliki peran makin penting dalam perjalanan sejarah masa depan.
Pola pikir yang pertama adalah disciplined mind (pikiran terdisiplin) atau suatu perilaku kognisi yang mencirikan disiplin ilmu, ketrampilan, atau profesi tertentu. Seorang praktisi yang menekuni dunia bisnis dan manajemen misalnya, setidaknya mesti menguasai ilmu dan ketrampilan yang solid dalam bidang tersebut. Demikian pula, semua profesional lainnya – entah arsitek, ahli komputer, perancang grafis – harus menguasai jenis-jenis pengetahuan dan ketrampilan kunci yang membuat mereka layak menjadi bagian dari profesi mereka masing-masing. Esensi dari pola pikir yang pertama ini adalah : untuk benar-benar menjadi manusia yang profesional, kita mestinya menguasai secara tuntas, komprehensif, mendalam dan terdisiplin satu bidang pengetahuan/ketrampilan tertentu.
Pola pikir yang kedua adalah : synthesizing mind (pikiran mensintesa). Atau juga pola untuk mencerap informasi dari beragam sumber, memahami, mensintesakannya, dan lalu meraciknya menjadi satu pengetahuan baru yang powerful. Kecakapan dalam melakukan sintesa ini tampaknya menjadi kian penting terutama ketika banjir informasi kian deras mengalir melalui beragam media : televisi, media cetak, dan dunia online. Dan sialnya, bongkahan informasi yang deras mengalir itu acap dipenuhi dengan informasi sampah (junk information). Tanpa kecapakan memilah dan mensintesakan beragam informasi itu, percayalah, kita bisa tergelincir dan tenggelam dalam lautan informasi. Information overload, demikian Alvin Toffler pernah menyebutnya beberapa tahun silam (lewat bukunya yang legendaris itu, The Third Wave).
Pola pikir yang ketiga adalah creating mind (pikiran mencipta). Pikiran ini menggedor kita untuk senantiasa merekahkan ide-ide baru, membentangkan pertanyaan-pertanyaan tak terduga, menghamparkan cara-cara berpikir baru, dan sekaligus memunculkan unexpected answers. Pola pikir inilah yang akan membawa kita masuk dalam wilayah-wilayah baru yang menjanjikan harapan dan peluang untuk direngkuh dan dimanfaatkan. Pola pikir inilah yang akan membuat kita mampu berpikir secara lateral (out of the box) dan bukan sekedar berpikir linear mengikuti jalur konvensional yang acap hanya akan membuat kita stagnan. Dan pola pikir inilah yang akan menemani kita untuk bergerak maju, progresif, demi terciptanya sejarah hidup yang positif dan bermakna (meaningful life).
Pola pikir berikutnya adalah respectful mind (pikiran merespek). Atau sebuah pola pikir untuk menyambut perbedaan pandangan dengan sukacita, dan bukan dengan sikap saling curiga. Sebuah pola pikir yang akan membuat kita terhindar dari anarki akibat pemaksaan kepentingan. Sebuah pola pikir yang senantiasa mengajak kita untuk merayakan keragaman pandangan dan sekaligus menghadirkan empati nan teduh bagi pendapat/pikiran orang lain – meski pendapat itu mungkin berbeda dengan yang kita hadirkan.
Dan pola pikir yang terakhir atau kelima yang juga amat dibutuhkan adalah ethical mind (pikiran etis). Inilah pola pikir yang terus membujuk kita untuk berikhtiar membangun kemuliaan dan keluhuran dalam kehidupan personal dan profesional kita. Sebab pada akhirnya, bagaimana mungkin kita akan menjadi “umat terbaik di muka bumi” jika keluhuran nilai-nilai etika kita penuh dengan debu, robek dan usang?
Cara Jitu Mengelola Stress dan Merengkuh Ketenangan Hidup
Stress tampaknya kini telah menjadi teman yang begitu akrab dalam keseharian kehidupan kita. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kita tergelincir dalam kondisi stress. Mungkin lantaran beban kerja yang terus menumpuk, dan rasanya ndak pernah kunjung usai. Sudah begitu mungkin kita mesti menghadapi lingkungan kerja kantor yang tak kunjung bisa menentramkan hati.
Kita mungkin juga bisa stress lantaran kondisi keuangan keluarga yang terus terhimpit (aduh gaji ndak naik-naik, sementara ongkos hidup terus meliuk-liuk). Atau juga lantara bisnis kita stagnan, dan dagangan ndak laku sementara modal kerja sudah makin menipis. Ringkasnya, begitu banyak hal yang barangkali bisa membikin kita stress dan kepala pening nyut-nyutan.
Jangan cemas, teman. Dari sejumlah wacana mengenai stress management, terdapat sejumlah siasat dan tema yang bisa kita pahami untuk bisa mengelola stress dengan ampuh. Disini kita hendak mengungkap mengenai tiga elemen kunci yang amat berpengaruh terhadap derajat kekuatan mental kita dalam menahan tekanan hidup yang datang silih berganti.
Aspek yang pertama adalah your PERCEPTION. Pada akhirnya stress sungguh amat tergantung pada persepsi dan cara pandang kita menatap fakta hidup di sekeliling kita. Dua orang mungkin bisa menemui masalah yang persis serupa, namun persepsi dua orang itu atas masalah itu bisa berbeda sama sekali. Disini terkuak bahwa individu yang cenderung memiliki persepsi atau pola pikir yang negatif (atau selalu menatap sebuah problem dari kacamata yang penuh dengan pesismisme dan “buram”) cenderung akan mudah tergelincir dalam genangan stress yang meruap-ruap.
Sebaliknya, individu yang selalu dibekali dengan positive mindset, yang selalu bisa melihat setitik asa dibalik segunung dilema, cenderung tidak mudah terkena stress. Persepsi mereka atas sebuah masalah selalu berfokus pada solusi dan berorientasi masa depan; dan ini membuat mereka senantiasa bisa mengelak dari beban stress yang berkepanjangan. Lalu bagaimana cara membangun persepsi yang positif? Anda bisa menemukan jawabannya disini.
Aspek yang kedua adalah your LOCUS of CONTROL. Individu dengan dengan “internal locus of control” percaya bahwa mereka paling bertanggungjawab dalam mengendalikan nasib mereka – bukan pihak/orang lain. Sebaliknya, individu dengan “external locus of control” percaya bahwa nasib mereka lebih ditentukan dan dikendalikan oleh kekuatan dari luar; oleh bos mereka, atau oleh “manajemen perusahaan”, atau oleh “kebijakan pemerintah” (duh).
Dari sejumlah penyelidikan, terbukti bahwa orang yang memiliki external locus of control cenderung mudah “menyerah” pada tekanan hidup; mentalnya rapuh, pasif, serta jarang memiliki kegigihan untuk memperbaiki jalan kehidupannya. Orang seperti ini biasanya gampang terkena stress. Sebaliknya, orang yang memiliki internal locus of control cenderung memiliki keyakinan kuat pada dirinya sendiri, dan tidak mudah tergelincir dalam stress.
Aspek terakhir dan paling penting dalam menjaga ketenangan hati adalah your SPIRITUALITY LEVEL. Kapan terakhir kali Anda bangun ditengah malam untuk merajut sebuah perjumpaan yang intens dengan Sang Kekasih Hati; dan kemudian tenggelam dalam rintihan doa yang menghanyutkan? Kapan terakhir kali Anda bangun di keheningan fajar, membasuh muka, dan lalu berjalan menuju Mesjid untuk menegakkan sholat Subuh berjamaah?
Individu yang selalu mendedahkan raga dan batinnya dengan Sang Pencipta tentu saja akan selalu dibasuh oleh jalan hidup yang menentramkan. Aura ketenangan hati selalu menyeruak, dan stress barangkali akan sukar hinggap didalamnya.
Sebaliknya, individu yang kian jauh dengan Sang Pencipta, yang berbondong ke Mesjid hanya seminggu sekali, yang pergi ke Gereja hanya setahun sekali, atau yang tidak pernah bersembahyang secara khusuk dalam keheningan Pagoda dan Kuil, cenderung akan mudah tergelincir dalam kegelisahan hati yang berkelindan. Disini ketenangan hidup yang hakiki nyaris tak pernah kunjung tergenggam.
Demikianlah tiga tema kunci yang mungkin perlu kita pahami dalam proses meraih hidup yang bebas dari kegelisahan dan kegundahan hati. Persepsi yang positif dan raca percaya diri untuk terus berikhitar mengendalikan jalan hidup adalah dua tindakan esensial yang perlu dilakoni. Dan kemudian genapkan semuanya dengan terus merajut perbincangan yang intim dengan Sang Kekasih Hati.
Dari situlah kita barangkali akan terus bisa singgah dalam jalan kehidupan yang penuh makna dan sungguh menentramkan.
Belajar mengoreksi diri sendiri
Menunjuk hidung orang lain paling mudah… menggunjing orang lain mudah juga…menilai orang lain mudah… Sampai kapan ??? Tidak akan selesai melihat kekurangan orang lain…BAGAIMANA DENGAN KITA ?????
Bukankah kita mempertanggungjawabkan kesalahan dan dosa kita bukan orang lain??? kita tidak mungkin mengubah orang lain sesuai dengan keinginan kita…yang DAPAT KITA UBAH adalah DIRI KITA SENDIRI…. Bukankah kita tidak bertanggungjawab dengan dosa orang lain???? Mari berlomba-lomba menuju kebaikan dan bermanfaat buat banyak orang lain di jalan Allah…Semoga Allah melindungi Anda Amin…Wassalam.
Kemampuan Mengendalikan Diri
Pengendalian diri . . . adalah ujian akhir dari karakter kita.
Saudara-saudara, malam ini kita adalah bagian sejarah dalam penciptaan. Kita berkumpul di pertemuan imamat yang terbesar sepanjang masa kelegaan. Kita bersukacita bersama ratusan ribu lainnya yang menghadiri pertemuan ini di luar Pusat Konferensi besar ini. Berkumpul dalam gedung besar dan baru untuk pertama kali ini adalah peristiwa besar dalam sejarah umat manusia. Kita berhutang kepada Tuhan yang mengilhami Presiden Gordon B. Hinckley dengan penglihatan kenabian yang berhasil mewujudkan pembangunan ini. Kita berterima kasih kepada Uskup H. David Burton, Uskup Richard Edgley, Uskup Keith McMullin, dan semua yang berhubungan dengan pembangunan gedung ini. Sekarang setelah kita memilikinya, kita harus menggunakannya untuk memperkuat iman umat kita.
Malam ini, saya akan berbicara tentang kemampuan mengendalikan diri dalam arti luas. Pengendalian diri termasuk memberdayakan kuasa imamat Allah. Sebab, kuasa seperti itu hanya dapat digunakan dalam kebenaran. Pengendalian diri membutuhkan watak yang mantap dan kuat. Pengendalian diri mengembangkan karunia dan bakat kita secara luar biasa. Itu adalah kuasa manusia yang mulia.
Setiap jiwa manusia, khususnya para pemegang imamat, memiliki tantangan mengendalikan pikiran, selera, perkataan, sifat, dan hasrat. Salah satu daripadanya mungkin adalah sifat gampang marah. Ketika saya masih kecil, rambut saya merah. Pada waktu itu ibu saya me- ngatakan bahwa sifat saya seperti rambut saya. Mereka memanggil saya si "rambut merah." Saya kira saya sudah dapat mengendalikannya. Tidak hanya mereka yang berambut merah yang harus belajar mengendalikan sifatnya yang susah diatur. Keinginan kuat adalah penting agar gangguan tidak sepenuhnya me- ngendalikan emosi kita.
Sebuah surat kabar lokal melaporkan sebuah fenomena yang berhubungan dengan lalu lintas kita: "Pemandangan wajar yang terjadi di kepadatan lalu lintas: berklakson, memepet kendaraan lain dari belakang, membuat tanda jorok. Bahkan kekerasan meningkat dalam cara kita mengemudi." Kadang-kadang kemarahan tak terkendali. Saya sering heran mengapa kepribadian beberapa orang berubah ketika mereka mengemudikan mobil mereka, ketika duduk dalam perlindungan kaca dan baja. Mungkin keadaan itu membuat mereka memiliki alasan untuk berkelakuan kasar. Kemarahan selama berkendaraan bukan disebabkan oleh padatnya lalu lintas, tetapi oleh sikap. Pada saat beberapa pengemudi menjadi tidak sabar dan bertindak agresif berlebihan, mereka bisa kehilangan kendali dan menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian orang lain di jalan raya.
Pengendalian diri adalah sebuah tantangan bagi setiap orang. Hanya kitalah yang dapat mengendalikan selera dan hasrat kita. Pengendalian diri tidak dapat dibeli dengan uang atau ketenaran. Itu adalah ujian tertinggi karakter kita. Itu memerlukan pendakian keluar dari lembah yang dalam dan mengukur Puncak Everest kita sendiri.
Sebagai misionari penuh-waktu kita belajar pengendalian diri. Kita belajar bangun ketika kita harus bangun, bekerja ketika kita harus bekerja, dan tidur ketika kita harus tidur. Para misionari penuh-waktu umumnya dikagumi dan dihormati meskipun pesan mereka tidak diterima sebaik seperti yang kita harapkan. Presidensi Utama dan para pembesar gereja lainnya bertatap muka dengan banyak pemimpin negara, duta besar, dan menteri di seluruh dunia. Sering kali, ketika sedang berbicara, orang-orang berkedudukan tinggi dan berpengaruh besar ini menyatakan rasa kagum dan hormat terhadap para misionari yang mereka lihat di negeri mereka.
Para penatua muda itu adalah contoh bagi kaum remaja. Ketika mereka pulang, beberapa dikritik sebagai orang munafik sebab tetap mempertahankan penampilan mereka, serta memangkas rambutnya pendek dan rapi. Saya tidak habis mengerti mengapa purna misi dianggap munafik jika dia mencoba hidup sesuai dengan standar dan asas yang dia pelajari sebagai wakil Tuhan bagi orang-orang di tempat dia melayani. Tentu saja purna misi tidak diminta untuk berbaju putih dan berdasi sepanjang waktu. Tetapi dengan berpakaian serampangan dan dandanan rambut aneh tidaklah pantas bagi seseorang yang telah menerima perintah ilahi keimamatan. Para purna misi adalah teladan kaum muda Imamat Harun yang akan menjadi misionari di masa mendatang. Sering kali apa yang dilihat oleh para pemegang imamat Harun lebih berpengaruh daripada yang dikatakan.
Kaum lelaki dan perempuan sering kali mencoba mendapat perhatian dan dukungan dari kelompok yang menerimanya. Tekanan kelompok demikian dapat membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa. Perbuatan semacam itu berangkat dari kelemahan, bukan kekuatan. Tuhan berjanji kepada kita melalui Moroni: "Dan jika manusia datang kepada-Ku Aku akan memperlihatkan kepada mereka kelemahan mereka. Aku memberi kepada manusia kelemahan supaya mereka menjadi rendah hati; dan kasih karunia-Ku adalah cukup bagi semua manusia yang merendahkan diri di hadapan-Ku; karena jika mereka merendahkan diri di hadapan-Ku, dan beriman dalam Aku, maka Aku akan membuat hal-hal yang lemah menjadi kuat bagi mereka."1
Secara sederhana pengendalian diri adalah melakukan hal-hal yang harus kita lakukan dan tidak melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Pengendalian diri memerlukan kekuatan, keinginan kuat, dan kejujuran. Ketika lalu lintas macet total, kita harus makin bergantung pada saringan moral pribadi kita untuk memisahkan yang baik dari yang buruk. Betapa pun hebatnya dalam beberapa hal, ada kekuatan yang memukau dalam menggunakan internet. Saya maksudkan terutama dalam hal menggunakan waktu yang lama dalam chat room atau mengunjungi situs pornografi.
Kini saya beralih pada penguasaan pikiran kita. Dalam dunia ini, kesadaran kita sajalah yang bisa mengingatkan kita bila kita sudah kelewatan. Jika tidak dikekang, pikiran kita bisa liar. Pikiran kita adalah bagian dari diri kita dan yang sangat membutuhkan disiplin dan pengendalian. Saya percaya pembacaan tulisan suci adalah mesin cuci yang terbaik untuk membersihkan atau mengendalikan pikiran. Bagi mereka yang layak dan sanggup, maka kekudusan bait suci dapat mengangkat pikiran kita lebih tinggi daripada keduniawian.
Ketika saya berperan serta dalam atletik dan menjadi tentara, saya mendengar pernyatan yang membuat saya malu bahkan untuk sekadar mendengarkan. Jika, seperti saran Samuel Johnson, "bahasa adalah pakaian pikiran,"2 maka bahasa yang kita dengarkan di televisi, di bioskop, dan bahkan di sekolah adalah komentar buruk pikiran kita. Saya khawatir tentang kaum muda yang menjadi bebal ketika mereka terus menerus mendengarkan atau menggunakan bahasa buruk itu. Saya percaya bahwa cara berbicara kaum muda tidak kasar. Para pemegang imamat Tuhan seharusnya tidak menggunakan bahasa kasar atau sumpah serapah.
Sekarang saya berbicara tentang perlunya mengendalikan selera jasmani. Ini mungkin dapat disebut "duri dalam daging."3 Harry Emerson Fordick menjelaskan konteks pengendalian diri: "Penyangkalan diri . . . tidaklah buruk, melarang hal yang sering membuat kita menggeleng- gelengkan kepala. Sesungguhnya tidak ada penyangkalan diri, apa yang kita sebut demikian itu adalah biaya yang mesti kita bayar untuk hal-hal yang kita pikirkan."4
Salah satu landasan besar kuasa pribadi adalah kemurnian. Alfred Lord Tennyson melukiskannya ketika dia menulis, "Kekuatan saya sama seperti kekuatan sepuluh orang, sebab hati saya murni."5 Dengan sepenuh hati saya mendorong Anda kaum muda jangan ada kesalahan masa lampau terbawa ke dalam pernikahan Anda. Anda mungkin tidak pernah melupakannya. Anda hendaknya melewati hidup dengan kekuatan yang berangkat dari kesadaran murni, yang membuat Anda suatu hari berdiri di hadirat Pencipta dan berkata "Jiwa saya murni." Penyangkalan diri bukanlah suatu penjara. Itu adalah kebebasan. Itu adalah jalan menuju ke kemerdekaan. Itu adalah kekuatan. Itu adalah unsur penting kemurnian. Shakespeare mengutarakannya dengan baik sekali lewat tokoh Hamlet:
Bertahanlah hingga malam,
Dan itu memberi kelegaan.
Pada pengendalian berikutnya, akan lebih mudah;
Karena menggunakannya dapat mengubah secara alami,
Untuk menguasai iblis maupun mengusirnya
Dengan kekuatan hebat.6

Heber J. Grant adalah Presiden gereja pertama yang sempat saya temui. Dia sungguh orang yang hebat Kami mengaguminya sebab sebagian kekuatannya adalah kemantapannya mengendalikan diri. Ayahnya meninggal ketika dia baru barusia satu tahun dan ibunya yang janda berjuang membesarkanya. Dia berusaha membantunya dan mencoba memelihara ibunya.
Ketika dia makin dewasa dan ingin ikut regu baseball, . . . anak-anak (lelaki lain menertawakan) dia, memanggilnya banci sebab dia tidak dapat melempar bola cukup jauh. Teman regunya sering menggodanya sehingga . . . dia . . . memutuskan untuk tetap bermain dengan regunya untuk memenangkan kejuaraan Wilayah Utah. Dia membeli sebuah bola dan berlatih berjam-jam, melempar bola di lumbung tua tetangga. Sering kali tangannya terasa sangat sakit sehingga dia tidak bisa tidur. Dia tetap berlatih dan . . . membuat kemajuan dari satu regu ke regu lainnya sampai . . . akhirnya berhasil bermain dalam regu yang memenangkan kejuaraan wilayah!"7
Contoh lain penguasaan dirinya adalah keputusannya menjadi penulis indah. Tulisannya sedemikian buruk ketika dua orang temannya melihatnya, salah seorang berkata, "Tulisan itu seperti cakar ayam." "Bukan," kata yang lain, "Kelihatan seperti kilat yang menyambar botol tinta." Tentu saja kata-kata itu menyinggung hatinya. Semasa remajanya ketika menjadi juru tulis di kantor H. R. Mann and Co., dan dia ditawari tiga kali lipat dari gajinya untuk pergi ke San Francisco sebagai penulis indah. Dia kemudian menjadi guru penulis indah dan tata buku di Universitas Utah. Ternyata contoh tulisan kaligrafinya yang ditulisnya menjelang usia 17 memperoleh hadiah pertama dalam pertandingan teritorial melawan penulis indah profesional.8
Menyanyi adalah tantangan lain bagi Presiden Grant. Sebagai anak kecil, dia tidak dapat menyanyi. Ketika berumur sepuluh, guru musik mencoba mengajarinya lagu sederhana dan akhirnya menyerah dalam keputusasaan. Pada usia 26, ketika dia menjadi rasul, dia meminta Profesor Sims mengajarinya menyanyi. Setelah mendengarkannya, profesor itu menjawab, "Ya, Anda dapat belajar menyanyi, tetapi saya lebih baik berdiri 40 mil dari sini sementara Anda menyanyi." Pernyataan itu menjadi tantangan baginya untuk berlatih lebih keras.9
Presiden Grant pernah berkata, "saya berlatih menyanyikan satu 'lagu gereja'10 tiga ratus sampai empat ratus kali, dan itu pun hanya empat baris, dan saya masih tetap tidak bisa menyanyikannya."11 Dilaporkan bahwa dalam perjalan ke Arizona bersama Penatua Rudger Clowson dan Penatua J. Golden Kimball, Presiden Grant "meminta izin apakah dia dapat menyanyikan seratus lagu dalam perjalanan. Mereka mengira dia bergurau dan berkata, 'Baiklah, silakan.' Setelah empat puluh lagu yang pertama, mereka mengatakan kalau dia menyanyikan enam puluh lagu lainnya mereka pasti sudah menjadi gila. Dia menyanyikan enam puluh lagu sisanya."12
Dengan berlatih sepanjang hidup dia membuat kemajuan dalam menyanyi tetapi mungkin tidak sebaik seperti dalam baseball dan tulisan indah, yang dikuasainya. Presiden Grant mempunyai kutipan favorit dari Ralph Waldo Emerson yang dia pegang teguh: "Yang kita tekuni menjadi lebih mudah kita kerjakan; bukan karena sifatnya yang berubah, tetapi karena kekuatan kita melakukannya yang bertambah."
Sebagai pemegang imamat, kita jangan mencari dalih ketika kita kehilangan kendali kita. Meskipun keadaan kita mungkin sulit, kita semua dapat berusaha untuk menguasai diri. Berkat- berkat besar kepuasan pribadi datang dari melakukannya. Penguasaan diri berhubungan dengan kerohanian yang menjadi pusat pencarian dalam kefanaan ini. Seperti yang Presiden David O. McKay pernah katakan: "Kerohanian adalah kemenangan secara sadar atas diri sendiri, dan berteman dengan Ketuhanan. Kerohanian memaksa seseorang untuk memenangkan kesulitan- kesulitan dan memperoleh kekuatan lebih banyak. Menemukan bakat seseorang dan bertambahnya kebenaran adalah pengalaman puncak suatu kehidupan."13 Sebagai orang lumpuh yang tak berdaya, William Ernest Henley secara berani memandang jauh melampaui keterbatasannya ke arah kemenangan dalam hati dan pikiran ketika menulis "Invictus":
Dari malam yang menyelimutiku,
Gelap pekat dari ujung ke ujung,
Aku bersyukur bagi allah mana pun
Untuk jiwa yang tak terkalahkan.
Dalam keadaan yang sangat sulit,
Aku tidak bergeming maupun berteriak:
Dalam pencobaan yang berat
Kepalaku berdarah, tetapi tidak menyerah . . . .

Tidak peduli betapa lurusnya gerbang
Betapa pun beratnya hukuman dan beban
Akulah tuan atas nasibku:
Akulah kapten atas jiwaku.14


Jenis Karakter Pribadi Manusia
Berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar dalam tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.
Ekstrovert VS Introvert
Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka. Extrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian tersebut seperti di bawah ini :
Ekstrovert
* Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka
* Terbuka dan seringkali banyak bicara
* Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
* Seperti aksi dan inisiatif
Introvert
* Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
* Memerlukan teritori mereka sendiri
* Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
* Biasanya tidak mempunyai banyak teman
Logika VS Intuisi
Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan pengaruhnya terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya. Perbedaan umum keduanya sebagai berikut :
Tipe Penuh Logika
* Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
* Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
* Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
* Senang dengan sensasi fisik
Tipe Intuisi
* Mengarah ke masa lalu atau masa depan
* Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
* Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
* Tidak suka rutinitas
Berpikir VS Merasakan
Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan sturktur dan fungsinya. Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah :
Tipe Pemikir
* Tertarik dengan system, struktur, dan pola
* Mengekspos apapun dalam analisi logis
* Relatif dingin dan tidak emosional
* Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
Tipe Perasa
* Tertarik dengan orang dan perasaan mereka
* Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
* Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yang besar
* Mengavaluasi hal dengan penuh etika dan antara baik atau buruk
Pasrah VS Penuntut
Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke dalam aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah :
Tipe Pasrah
* Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
* Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
* Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
* Selalu ingin tahu dan suka hal baru
Tipe Penuntut
* Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
* Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
* Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
* Relatif stabil dalam bekerja
Kita bisa mengenal kepribadian tersebut melalui kursus kepribadian atau bentuk pengajaran lain. Dengan kursus kepribadian kita bisa mengerti tentang tingkah laku orang.
KEPRIBADIAN menurut Allport adalah:
…sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.
Sedangkan menurut Pervin dan John:
kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten.
Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.
Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:
• Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
o Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
o Trait konsisten dari situasi ke situasi
• Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
o ada proses adaptif
o adanya perbedaan kekuatan, dan
o kombinasi dari trait yang ada
Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).
Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.
Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.
Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.
Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.
Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:
1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi
kepribadian
2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab
akan perbedaan lingkungan pada orang-orang
3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis
kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
4. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.


Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, disini saya hanya akan dibahas dari dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.
a) Motivasi Intrinsik
Menurut Syaiful Bahri (2002:115) motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno (2007) mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.
Contohnya : siswa yang belajar, karena memang dia ingin mendapatkan pengetahuan, nilai ataupun keterampilan agar dapat mengubah tingkah lakunya, bukan untuk tujuan yang lain. Intrinsic motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and purpose. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari dalam diri dan secara mutlak terkait dengan aktivitas belajarnya.
b) Motivasi Ekstrinsik
Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.
Misalnya, seseorang belajar karena tahu besok akan ada ulangan dengan harapan mendapatkan nilai yang baik, sehingga akan dipuji oleh guru, atau temannya atau bisa jadi, seseorang rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Jadi, tujuan dari belajar bukan untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu, tetapi ingin mendapatkan nilai baik, pujian ataupun hadiah dari orang lain. Ia belajar karena takut hukuman dari guru atau orang tua. Waktu belajar yang tidak jelas dan tergantung dengan lingkungan sekitar juga bisa menjadi contoh bahwa seseorang belajar karena adanya motivasi ekstrinsik

Mengenal Watak Manusia
Dalam berdiskusi kita kerap menghadapi berbagai macam orang.
Ini ada tulisan menarik mengenai sifat dan karakter manusia. Sumbernya buku berjudul Personality Plus karangan Florence Littauer, seorang
pemerhati psikologi manusia. Nah, mungkin dengan mengenal sifat ini maka kita bisa mengenali diri kita sendiri untuk selanjutnya memahami watak orang lain di sekitar kita.
Begini. Menurut Littauer, sifat dan watak manusia itu ada empat macam.


Pertama, Kolerik (ingin tampil ke depan, bersifat keras layaknya
komandan tempur ngebosi).
Kedua, sanguinis (periang, hampir tak pernah kelihatan susah namun pelupa dan selalu ingin mendapat perhatian orang lain).Ketiga, melankolik (serius, sistematis dan selalu memikirkan sebuah tindakan masak-masak sebelum melakukannya).
Keempat, plegmatis
pasrah,tidak suka bertengkar dan nurut saja mana yang paling mudah).
Nah ini cara sederhana memahami keempat watak dasar manusia itu :

KOLERIK
Kalau mengerjakan sesuatu maka seorang Kolerik akan menyelesaikannya
dengan caranya sendiri (My Way). Dia sungguh kreatif, bahkan kalau
ada manual sekalipun maka dia tidak suka menuruti manual tersebut.
Pokoknya si kolerik akan berusaha menyelesaikan pekerjaan itu sampai tuntas.
Syaratnya harus dengan cara yang diyakininya benar bukan dengan cara orang
lain.
Hambatan apapun akan diterjangnya guna mencapai tujuan. Kolerik
ini juga senang ngatur orang lain, tetapi dia sendiri tidak suka kalau dipaksa-paksa untuk melakukan sesuatu.

SANGUINIS
Bagaimana seorang Sanguin harus menyelesaikan pekerjaannya ? Ini
susahnya.
Orang Sanguin ini orangnya gampangan. Cara dia menyelesaikan
pekerjaannya adalah dengan cara yang dianggapnya paling menyenangkan (Fun
Away). Bagi dia kalau pekerjaan itu menyenangkan baginya maka dia bisa-bisa
tidak ingat waktu. Sayangnya, sang Sanguin ini terkesan bertele-tele karena ingin
selalu mencari celah-celah pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan
kegembiraan.
Si Sanguin ini juga suka menunda-nunda pekerjaan bahkan kerap
melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Dia bekerja tanpa rencana dan
cenderung menganggap remeh apapun yang dilakukannya. Sikapnya cenderung
seenaknya.
Kalau ada keramaian maka orang Sanguin selalu tampil paling
menonjol,entah dari segi pakaiannya, teriakannya yang menarik perhatian
orang atau tingkah lakunya yang nyentrik. Si sanguin ini ibarat seorang anak
yang terkurung dalam tubuh orang dewasa.

MELANKOLIK
Nah ini dia tipe pekerja teratur. Senangnya rapi dan sistematis.
Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak melankolik akan
memilih cara terbaik (best way), bagaimanapun caranya. Kalau ada manualnya
maka dia akan mengikuti manual itu 100 % benar. Dia bekerja sangat tekun dan serius, dan selalu menuntut hal yang sama terhadap anak buah atau rekan-rekannya. Kalau ada yang melenceng sedikit dari kemauannya maka dia akan murung dan muram sepanjang hari. Orang Melankolik ini cepat sekali tersentuh perasaannya. Hidupnya teratur dan kalau berpakaian selalu selalu rapi dan charming.

PLEGMATIS
Nah ini dia manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang plegmatis ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai, dan tidak suka bertengkar. Dia juga pemalu dan cenderung tidak ingin menonjol di keramaian. Seorang plegmatis akan menerima pendapat orang lain apapun itu, meski belum tentu dia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan
maka orang plegmatis akan melakukannya dengan cara yang paling mudah (easy
way).kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas.

Mengenal 9 Tipe Kepribadian Manusia Dengan Lebih Asyik
Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu, apalagi kepribadian kita sendiri. Rasa ingin tahu tersebutlah yang lantas membuat banyak orang pergi ke psikolog untuk menjalani tes-tes kepribadian. Semua ini dilakukan demi mengetahui “seperti apa sesungguhnya diri kita ini?”
Enneagram
Selain dengan mengikuti tes-tes psikologi, ada satu metode yang bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian yaitu menggunakan enneagram. Enneagram diartikan sebagai “sebuah gambar bertitik sembilan”. Metode ini dikabarkan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan diajarkan secara lisan dalam suatu kelompok sufi di Timur Tengah, hingga akhirnya mulai berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an. Kepribadian manusia dalam sistem enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele, lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.
Sembilan Tipe Kepribadian Manusia
Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
Tipe 1 perfeksionis
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 penolong
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
Tipe 3 pengejar prestasi
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 romantis
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Tipe 5 pengamat
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
Tipe 6 pencemas
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
Tipe 7 petualang
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 pejuang
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 pendamai
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
Panah dan Sayap
Setiap tipe pada enneagram berhubungan langsung dengan 2 tipe lainnya yang disebut sebagai panah. Tipe 1 berhubungan dengan tipe 7 dan 4, tipe 2 dengan tipe 8 dan 4, dst (lihat gambar). Dinamika hubungan antar tipe ini terjadi sebagai berikut : jika dalam keadaan rileks tipe 1 akan mengambil karakter positif dari tipe 7, dan jika dalam keadaan tertekan akan mengambil karakter negatif dari panah sebaliknya, yaitu tipe 4. Sebagai contoh, tipe 1 yang mengambil sisi positif tipe 7 tidak akan terlalu mengkritik diri serta lebih menerima diri, lebih antusias dan optimis, bertindak lebih alami dan spontan. Sedangkan jika sedang tertekan akan mengarahkan kemarahan ke dalam diri sendiri lalu menjadi depresi, hilang kepercayaan diri, dan menginginkan apa yang tidak mereka miliki. Contoh lain, tipe 2 yang sedang rileks, akan mengambil karakter positif dari tipe 4, dan jika sedang tertekan akan mengambil karakter tipe 8. Dan begitu seterusnya dinamika hubungan pada tipe-tipe lainnya.
Selain panah, kepribadian kita dapat tercampur atau terpengaruhi oleh tipe di kanan dan kiri kita. Tipe di kanan dan kiri kita ini disebut dengan sayap. Contohnya, tipe 1 dengan sayap 2 yang lebih kuat, cenderung hangat, lebih suka menolong, mengkritik dan menguasai. Sedangkan tipe 1 dengan sayap 9 lebih kuat, cenderung lebih tenang, lebih santai, objektif dan menjaga jarak.
Tipe-tipe Enneagram dan Myers-Briggs Type Indicator
Bagian akhir buku Enneagram ini berisi penjelasan tentang tipe-tipe kepribadian yang sudah diakui, yaitu Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan kecocokannya dengan tipe-tipe dalam enneagram. MBTI sendiri adalah suatu inventori kepribadian yang berlandaskan pemikiran dari Carl Gustav Jung, seorang psikiater asal Swiss. Inventori ini mengukur kecenderungan individu berdasarkan empat skala : ekstraversion atau introversion, sensing atau intuition, thinking atau feeling, serta judging atau perceiving. Terakhir, terdapat tabel hubungan antara sistem dalam enneagram dan MBTI.
Komentar
Ada beberapa hal yang membuat buku ini menjadi menarik untuk dibaca, seperti :
1. Buku berjudul The Enneagram Made Easy terbitan Harper San Fransisco ini, diterjemahkan dengan cukup baik sehingga tidak menyulitkan pembaca dalam memahami isinya. Walau kadang masih terdapat kesalahan dalam pengetikannya.
2. Banyak sekali ilustrasi menarik, baik penjelasan masing-masing tipe maupun perbandingan antara satu tipe dengan tipe lainnya. Tak jarang ilustrasi tersebut berisi lelucon yang mampu menciptakan suasana menyenangkan ketika membaca buku ini.

3. Di awal penjelasan tipe, ada 20 butir pernyataan yang menggambarkan tipe kepribadian tersebut. Pembaca dapat memberi ceklis pada karakteristik yang menggambarkan kepribadiannya. Pernyataan ini dapat membantu pembaca untuk menemukan tipe kepribadiannya dalam enneagram.
4. Penjelasan masing-masing tipe juga cukup banyak ragamnya, mulai dari karakter positif dan negatif tiap tipe, cara bergaul, komentar orang-orang sekitar, hingga saran dan latihan yang tepat untuk tiap tipe.
Namun, ada beberapa hal yang kurang dari buku ini, seperti :
1. Tidak jelas apakah kedua puluh pernyataan yang ada di tiap tipe, didapat menggunakan metode penyusunan alat tes yang baik, sehingga memang benar-benar mampu menggambarkan tiap tipe dengan tepat.
2. Penjelasan tentang tiga pusat dalam tubuh; jantung, perut dan kepala, dirasa kurang memadai, sehingga tidak terlalu memberikan pemahaman yang lebih terhadap kepribadian manusia.
3. Perbandingan antara tipe-tipe dalam enneagram dengan tipe-tipe jungian (MBTI) dirasa agak janggal. Ada kesan bahwa tipe-tipe jungian memang ‘ditempel’ agar pembaca semakin percaya dengan tipe-tipe dalam enneagram, sebab tipe-tipe jungian sudah ada, digunakan dan diakui secara luas sejak lama.
4. Tabel perbandingan sistem dalam enneagram dan MBTI tidak disertai penjelasan, sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami arti tabel tersebut.
5. Sampul buku asli The Ennegram Made Easy lebih menarik untuk dilihat daripada sampul buku versi indonesia yang terlalu ‘gelap’.
MOTIVASI
Pengertian
Motivasi adalah kondisi psikologis yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan tingkah laku tertentu (Pitrinch & Schunk, dalam Sukadji & Singgih-Salim, 2001). Winkel (1996) menyatakan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arahan pada kegiatan belajar itu demi mencapai tujuan. Motivasi merupakan syarat mutlak untuk belajar dan mempengaruhi arah aktivitas yang dipilih serta intensitas keterlibatan seseorang dalam suatu aktivitas.
Jenis-jenis Motivasi
McClelland (dalam Sukadji dan Singgih-Salim, 2001) mengemukakan bahwa manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya dipengaruhi oleh motif. Ada 3 kelompok motif yang dikemukakan olehnya, yaitu :
Motif untuk berhubungan dengan orang lain (Affiliation Motive)
Adalah motif yang mengarahkan tingkah laku seseorang untuk berhubungan dengan orang lain. Yang menjadi tujuan adalah suasana akrab dan harmonis. Ciri-ciri orang dengan motif afiliasi tinggi adalah : senang berada di dalam suasana akrab, risau bila harus berpisah dengan sahabat, berusaha diterima kelompok, dalam bekerja atau belajar melihat dengan siapa ia bekerja atau belajar.

Motif untuk berkuasa (Power Motive)
Motif yang menyebabkan sieseorang ingin menguasai atau mendominasi orang lain dalam berhubungan dengan orang lain dan cenderung bertingkah laku otoriter.
Motif untuk berprestasi
Adalah motif yang mendorong seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bersaing dengan suatu ukuran keunggulan, baik yang berasal dari standar prestasinya sendiri di waktu lalu atau prestasi orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana caranya ia dapat mencapai suatu prestasi tertentu.
Ciri-ciri orang dengan motif berprestasi tinggi adalah :
• Selalu berusaha, tidak mudah menyerah
• Menentukan sendiri standar prestasi
• Secara umum tidak menampilkan hasil yang lebih baik pada tugas rutin tetapi biasanya menampilkan hasil yang lebih baik pada tugas yang memiliki arti bagi mereka
• Tidak didorong oleh hadiah dalam melakukan sesuatu
• Cenderung mengambil resiko bertaraf sedang dan diperhitungkan
• Mencoba endapat umpan balik dari tindakannya
• Mencermati lingkungan dan mencari kesempatan
• Bergaul lebih untuk memperoleh pengalaman
• Menyenangi situasi menantang, dimana mereka dapat memanfaatkan kemampuannya.
• Cenderung mencari cara unik untuk menyelesaikan masalah
• Kreatif
• Dalam belajar seakan-akan dikejar-kejar waktu.
Tokoh lain membagi motivasi menurut sumbernya, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Siswa dengan motivasi intrinsik mampu bersedia untuk belajar walaupun tidak ada insentif atau hadiah. Contoh: siswa yang menyukai mata pelajaran tertentu akan menganggap mata pelajaran itu merupakan motivasi mereka untuk belajar. Mereka hanya membutuhkan sedikit dorongan atau hadiah untuk belajar hal-hal yang penting agar memiliki pengetahuan yang banyak. Mereka juga akan bekerja keras untuk dapat menyelesaikan tugas-tugasnya. Sedangkan siswa dengan motivasi ekstrinsik akan membutuhkan adanya pemberian pujian atau pemberian nilai sebagai hadiah atas prestasi yang diraihnya (Djiwandono, 2002).
Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak memiliki motivasi tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk belajar, dorongan dari luar dirinya merupakan motivasi ekstrinsik yang diharapkan. Oleh karena itu, motivasi ekstrinsik diperlukan bila motivasi intrinsik tidak ada dalam diri seseorang sebagai pelajar.

MENGENALI DIRI SENDIRI
Sudahkah Anda mengenal diri sendiri?
Sejauh mana Anda mengenal diri sendiri?
Bagaimana cara Anda memahami sesuatu?
Apa tipe belajar Anda?
Apakah Anda mengetahui bagaimana otak Anda bekerja?
Bagaimana hubungan otak Anda dengan cara berpikir dan bereaksi Anda?
Bagaimana proses kerja pikiran Anda?
Bagaimana proses kerja emosi Anda?
Bagaimana cara Anda memaksimalkan kerja otak Anda?
Apakah Anda mengetahui apa yang sejatinya Anda inginkan?
Dan bagaimana cara mencapai apa yang Anda inginkan itu dengan apa yang ada pada diri Anda?
Apakah Anda tahu nilai-nilai apa yang mengendalikan diri Anda selama ini, yang Anda yakini dan Anda jadikan standar ukur keputusan Anda?
Sederetan pertanyaan di atas barulah sebagian kecil dari proses mengenal diri sendiri. Masih banyak pertanyaan berikutnya yang mengantre untuk dijawab.
Benarkah kita telah sungguh-sungguh mengenal diri kita sendiri dengan baik?
Apakah kita tahu, bahwa diri kita yang sekarang adalah hasil bentukan dan pilihan kita sendiri di masa lalu?
Apakah kita bisa merancang dan memilih kita ingin jadi siapa dan bagaimana 10 tahun yang akan datang?
Buku Piece of Mind dari Sandy MacGregor banyak sekali menolong saya lebih mengenal dan memahami diri sendiri. Misalnya, saya jadi tahu bahwa tipe belajar saya adalah dengan melihat (visual) dan melakukan (kinestetik). Lihat dan praktekkan! Itulah saya. Sebaliknya saya sulit belajar sesuatu hanya dari mendengar (auditori). Saya ingat, saat sekolah dan kuliah dulu, semua pelajaran baru bisa menyerap ke otak saya ketika saya membaca ulang dan membuat coretan-coretan sendiri di buku saya, dan BUKAN karena mendengar Dosen saya mengajar.
Sandy juga menjelaskan dengan baik tentang cara kerja otak kita. Apa itu otak kiri dan otak kanan. Apa itu gelombang energi otak yang dikenal dengan alpha, beta, theta dan delta.Apa yang disebut pikiran sadar dan bawah sadar. Bagaimana cara mengefektifkan kerja pikiran bawah sadar kita. Apa manfaatnya bagi kita, dst.
Kita tahu bahwa kunci perubahan diri dimulai dari PIKIRAN, dan buku Sandy ini sangat menolong kita mengetahui lebih banyak bagaimana cara berpikir dan menggunakan otak dengan benar dan efektif.
Selain Sandy MacGregor, ada juga tulisan Bpk Ikhwan Sopa yang saya peroleh dari e-mail. Mudah-mudahan dapat menolong kita untuk makin mengenal diri sendiri. Berikut cuplikannya,

Tips 162: Mindset Sukses - Melaju di Tengah Badai

Mindset I: Balancing Your Mind

Selalulah berupaya mengenali cara dan pola berpikir Anda sendiri. Ketahuilah bahwa otak dan pikiran Anda punya dua cara kerja utama. Ada yang bekerja dengan gaya kiri, dan ada yang bekerja dengan gaya kanan.

Cara kerja otak kiri adalah demi bertahan dan survive. Demi keamanan dan keterencanaan. Demi masa depan dan demi tujuan. Ia lebih dekat pada upaya menganalisis keadaan. Ia pandai berhitung, dan pandai memilah-milah dengan ilmiah. Ia kaku dan apa adanya.

Cara kerja otak kanan adalah demi kemajuan dan progress. Demi kepuasan dan keterkendalian. Demi saat ini dan demi pencapaian. Ia lebih dekat pada upaya kreatif. Ia pandai menemukan jejak, dan pandai menyesuaikan diri. Ia fleksibel dan mampu mengadaptasi.

Setiap detik, setiap menit, dan setiap saat, Anda sudah sangat terbiasa mengaktifkan otak kiri Anda. Sudah saatnya bagi Anda untuk juga membiasakan diri mengaktivasi sisi kanan dari otak Anda. Adalah pada tempatnya jika Anda mulai membiasakan diri berada di dalam keseimbangan pikiran.

Keseimbangan pikiran adalah bekal utama yang pertama untuk bertahan di tengah badai. Tanpa keseimbangan ini, Anda akan merasa tidak berguna, useless, dan tak tahu harus bagaimana. Dengan keseimbangan pikiran, Anda selalu bisa kembali fokus.

Kenalilah state dan kondisi otak dan pikiran Anda setiap saat, agar bisa Anda manfaatkan sehingga Anda bisa efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.

Mindset II: Balancing Your Emotion

Otak kiri dan otak kanan Anda erat hubungannya dengan perasaan dan emosi Anda.

Otak kiri Anda berkaitan dengan rasa mampu bertahan dan rasa keselamatan. Erat hubungannya dengan rasa aman dan rasa tetap berada di jalur yang tepat. Erat hubungannya dengan rasa kejelasan tentang masa depan dan rasa mampu mencapai tujuan.

Otak kanan Anda berkaitan dengan rasa memiliki kemajuan dan rasa memiliki peningkatan dalam berbagai tahapan bisnis dan kehidupan. Erat kaitannya dengan perasaan yang datang dan pergi di setiap waktu, dan kadang tidak terkait langsung dengan kondisi yang sesungguhnya. Erat hubungannya dengan rasa "selalu punya jalan" dan "selalu punya harapan".

Keseimbangan di dalam emosi dan perasaan adalah bekal utama yang kedua untuk bertahan di tengah badai. Tanpa keseimbangan ini, Anda akan merasa tidak punya harapan, pudarnya segala impian, dan keputusasaan. Dengan keseimbangan emosi, Anda selalu bisa memperbaiki mood dan perasaan.

Belajarlah untuk mampu mentransformasi segala bentuk energi dari emosi dan perasaan, menjadi energi positif yang mendorong Anda, agar melaju tanpa hambatan di tengah perjalanan.

Mindset III: Keep Moving On

Dengan dua mindset yang terpenting di atas, Anda selalu punya peluang untuk tetap bergerak. Tanpanya, Anda akan selalu merasa berjalan di tempat dan merasa tidak kemana-mana.

Dengannya, Anda semestinya tetap bergerak dengan kreatif. Jika tidak, maka Anda sudah selayaknya menimbang-nimbang ulang keseimbangan Anda. Baik di dalam pikiran, maupun di dalam perasaan.

Dengan keep moving, Anda akan tetap berjalan. Dan dengan keseimbangannya, Anda akan tetap berjalan ke arah yang benar.

Jika ketiga mindset sukses Anda sudah terlatih dan selalu berada di dalam keseimbangannya, maka dipastikan Anda akan tetap sampai ke tujuan.

Kapan?

Anda tak akan bisa memastikan. Waktu bukanlah milik kita. Jaminan untuk Anda hanya satu, yaitu bahwa Anda memang akan terus bergerak sampai ke tujuan.
“Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya”. Sudahkah engkau mengenali dan memahami dirimu sendiri? Jangan bertanya pada orang lain bagaimanakah dirimu (boleh jadi mereka akan memberikan tanggapan subyektif berdasarkan apa yang tampak pada dirimu, atau mungkin mereka akan memberikan jawaban yang ‘menyenangkan’ hatimu) karena tidak semua mereka dapat melihat apa yang tidak tampak pada dirimu. Jadi bagaimana dong cara mengenali ‘kepribadian’ kita?
Berminat untuk mengetahui pribadi macam apakah dirimu? Yuuk, kita belajar tentang eneagram.
Eneagram adalah studi tentang sembilan tipe dasar manusia. Asal kata eneagram adalah ‘ennea’ berarti angka sembilan dan ‘gram’ yang artinya sebuah gambar. Studi ini memberi penjelasan mengapa perilaku kita seperti ini, mengapa kita bertindak begitu dan memberi pengarahan tertentu bagi pertumbuhan seseorang. Menurut studi ini, ada sembilan tipe kepribadian manusia, yang digambarkan dengan suatu lingkaran bertitik sembilan. Kesembilan tipe kepribadian itu adalah :
1. Perfeksionis
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain serta menghindari masalah
2. Penolong
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, untuk mengekspresikan perasaan positif pada orang lain dan menghindari kesan membutuhkan
3. Pengejar prestasi
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan dan terhindar dari kegagalan
4. Romantis
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan sendiri dan dipahami oleh orang lain, untuk menemukan makna hidup dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja
5. Pengamat
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan memahami semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban
6. Pencemas
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan dan terhindar dari kesan pemberontak
7. Petualang
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia dan merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih kepada dunia dan terhindar dari derita dan dukacita
8. Pejuang
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk mengandalkan diri sendiri dan kuat, memberi pengaruh pada dunia dan terhindar dari kesan lemah
9. Pendamai
Dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan terhindar dari konflik

Sudah bisa menentukan kriteria yang mana dari kesembilan tipe kepribadian itu yang sesuai dengan dirimu? Atau malah jadi bingung karena ada beberapa kriteria dari beberapa tipe kepribadian yang kamu rasakan ada pada dirimu? Jangan tergesa-gesa bilang “wah klo menilik kriteria diatas, aku ini orangnya romantis!” atau “berarti aku ini petualang!” atau “Aku ini petualang yang romantis!”

Dalam eneagram ada istilah ‘sayap’ yaitu tipe yang berdekatan dengan tipe kepribadian tertentu. Sayap ini ada dikiri dan kanan .Iya dong! Klo Cuma sebelah mana bisa terbang. Aduh, bukan itu maksudnya. Sayap ini artinya tipe kepribadian yang mengapit tipe kepribadian tertentu. Misalnya saja, kamu bertipe 5 (pengamat) maka sayapmu adalah tipe 4 (romantis) dan tipe 6 (pencemas). Nah, kepribadianmu dapat saja bercampur atau dipengaruhi oleh tipe kepribadian di kanan dan kirimu.

Selain istilah sayap, dalam eneagram ada pula istilah ‘panah’. Yaitu hubungan antara satu titik dengan titik kepribadian lainnya. Hubungan titik-titik kepribadian itu adalah 1-7-5-8-2-4-1 dan 3-6-9-3. Dalam kondisi rileks, satu tipe kepribadian akan mengambil sisi positif dari tipe kepribadian yang arahnya adalah maju (ke kanan) dan dalam kondisi tertekan akan mengambil sisi negatif dalam arah yang berkebalikan. Misalnya kamu bertipe 2 (penolong) maka dalam kondisi nyaman kamu dapat mengambil sisi positif tipe 4 (romantis) dan bila kamu merasa tertekan, kamu akan mengambil sisi negatif dari tipe 8 (pejuang).

Jelas kan bahwa setiap tipe kepribadian tidak mutlak berdiri sendiri, tapi dipengaruhi oleh sayap dan panahnya. Klo kamu pengen menggali lebih dalam tentang eneagram dan bagaimana mengenali kelebihan dan kekurangan setiap tipe, baca aja buku-buku tentang eneagram, atau search aja di google. Biar lebih yakin kamu masuk tipe yang mana.
Selain eneagram, adalagi pembagian tipe kepribadian yang disebut tipe Jungian atau lebih dikenal dengan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Ada delapan karakter kepribadian menurut MBTI yang diukur berdasar kecenderungan individu atas empat skala, yaitu :
1. Apakah seseorang lebih terkait dengan dunia eksternal atau internal (Ekstrovert atau Introvert)
2. Bagaimana kecenderungan seseorang dalam menyerap atau menangkap informasi (Sensing atau iNtuition / mengindera atau mengikuti kata hati)
3. Bagaimana kecenderungan seseorang dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan (Thingking atau Feeling / menggunakan pikiran atau perasaan)
4. Bagaimana seseorang menjalani hidup, apakah terencana dan menutup diri atau spontan dan terbuka (Judging atau Perceiving / menilai atau memersepsi)
Sehingga ada 16 kombinasi karakter yang dinyatakan dengan huruf yang ditulis kapital dari setiap karakter. Misalnya seseorang berkarakter INTJ, artinya dia bersifat Introvert, iNtuitif, Thinking dan Judging.
Keenambelas kombinasi ini dikelompokkan dalam empat temperamen (berdasar teori empat temperamen dari David Keirsey), yaitu :
1. Konvensionalis : temperamen SJ (Sensate Judger / penilai yang indrawi), kombinasi karakternya yaitu ESTJ, ESFJ, ISTJ dan ISFJ
2. Berorientasi pada tindakan : temperamen SP (Sensate Perceiver / pemersepsi yang indrawi), kombinasi karakternya yaitu ESTP, ESFP, ISTP dan ISFP
3. Pencari pengetahuan : temperamen NT (INtuitif Thinker /pemikir yang intuitif), kombinasi karakternya ENTJ, ENTP, INTJ dan INTP
4. Pencari identitas : temperamen NF (INtuitif Feeler / perasa yang intuitif) kombinasi karakternya adalah ENFJ, ENFP, INFJ dan INFP

MENJADI TELADAN YANG BAIK

Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Rasul Paulus berkata demikian kepada Timotius, seorang gembala yang masih muda. Setiap pemimpin, apakah itu pemimpin gereja atau di mana saja, memiliki suatu tanggung jawab. Tidak peduli siapa diri Anda, orang lain sedang memperhatikan Anda dan terpengaruh oleh teladan hidup Anda. Tidak diragukan lagi jika banyak orang telah menjadi teladan / contoh yang buruk bagi para saudara seiman bahkan kadang-kadang menjadi teladan yang buruk bagi umat percaya yang masih lemah iman atau yang baru bertobat / lahir baru. Tidak ada alasan apa pun juga yang bisa membenarkan perbuatan Anda untuk berhak memandang rendah orang lain; apakah karena sedang mengalami hari yang buruk atau karena terlalu banyak disakiti di masa lalu sehingga sekarang menjadi pribadi yang over sensitif.
Ada perkataan bijak yang berbunyi, “seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mengetahui suatu jalan, kemudian melangkah ke jalan tersebut dan menunjukkan jalan itu.” Jadi, tidak cukup dengan hanya mengetahui jalannya saja. Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” dan Yesus telah melakukannya. Rasul Paulus berkata, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya….” Ini berarti bahwa usia muda bukanlah alasan untuk tidak sanggup menjadi teladan yang baik. Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi teladan yang baik?
1. Menjadi teladan melalui perkataan
Dalam Kolose 4:6 ditulis, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Melalui perkataan yang positif dan membangun, kita menjadi teladan yang baik bagi orang lain dan sekaligus menjadi berkat lewat perkataan kita.
2. Menjadi teladan melalui cara hidup
“Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17, Habakuk 2:4). Iman adalah dasar kehidupan umat percaya. Cara hidup dengan iman merupakan teladan yang baik yang dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi situasi apapun juga.
3. Menjadi teladan melalui cara kita mengasihi orang lain
Yoh 13:35 menulis, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Kita menjadi saksi Kristus bagi orang lain melalui kasih yang kita nyatakan dalam perbuatan nyata. Perbuatan kasih adalah teladan baik yang perlu kita lakukan karena Yesus telah terlebih dahulu mengasihi kita.
4. Menjadi teladan melalui perbuatan iman
Abraham adalah teladan orang beriman (Roma 4:18-22). Perbuatan imannya nyata ketika ia tetap percaya dan tidak bimbang akan janji Tuhan walaupun tubuhnya sudah sangat lemah, usianya sudah sangat tua dan rahim Sara telah tertutup. Menjadi teladan iman yaitu jika kita hidup dan melakukan perbuatan iman.
5. Menjadi teladan melalui hidup kudus
Fil 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Memiliki pikiran yang kudus adalah awal untuk kita dapat hidup dalam kekudusan, menjaga kekudusan dan menjadi contoh nyata bagi orang lain.
Perbuatan kita sehari-hari secara langsung / tidak langsung sangat berpengaruh terhadap orang lain. Terutama bagi para pemimpin, menjadi teladan yang baik sangatlah mempengaruhi karakter orang-orang yang dipimpinNya. Yesus telah menjadi teladan yang baik melalui perkataan maupun perbuatan. Kita pun bisa menjadi teladan yang baik melalui perkataan, cara hidup, cara kita mengasihi orang lain, melalui perbuatan iman dan melalui hidup kudus. Jika kita melakukannya, hidup kita telah menjadi saksi Kristus yang hidup dan nyata di tengah dunia.


| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About Me

Foto saya
Belajar dari kesalahan, mengendalikan diri dan menerima kekurangan orang lain adalah hal besar yang perlu dipelajari. Teruslah Berkarya dan Anggap Suatu Masalah Sebuah Seni Kehidupan. Djanggan Cahya Buana, 21 Desember.

Artikel

Berpikir dan Berjiwa Besar Percaya Anda dapat berhasil, Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang, Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan. Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia. Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar. Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
Ada kesalahan di dalam gadget ini