Pages

Jumat, 27 Agustus 2010

Menjadi Pribadi Yang Berwibawa

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Rm 12:10)
Selama ini banyak orang berpikir bahwa pribadi berwibawa itu berbadan tegap, berkumis tebal dan bertampang galak. Itu berarti selama ini kita salah persepsi. Karena sebenarnya, pribadi yang berwibawa jauh dari kesan seperti itu.


Kewibawaan seseorang tidak selalu ditunjukkan dengan penampilan yang anggun atau gagah. Tidak harus dengan sikap yang terkesan angkuh atau galak, karena kewibawaan seseorang lebih terpancar dari dalam diri atau inner beauty masing¬masing.
INNER BEAUTY
Perilaku dan kharisma seseorang akan menentukan pribadinya. Perilaku yang baik memengaruhi kharisma. Jika kedua hal dasar tersebut dimiliki, kewibawaannya akan nampak.
Orang yang berwibawa biasanya low profile, tidak angkuh. Ia mampu bersikap rendah hati dan tidak terlalu menjaga jarak dengan bawahannya. Namun bukan berarti bisa disepelekan karena ia justru akan dihormati sebagai pemimpin yang berwibawa dan rendah hati.
Orang yang berwibawa dihormati dan disegani orang lain. Ia mampu menyesuaikan diri di lingkungan mana pun, baik di kalangan atas maupun bawah. Hal itu nampak dalam tutur bahasa, sikap dan perilakunya.
Tentu saja ini harus didukung dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Tidak harus jadi orang yang banyak bicara atau pendiam. Walaupun kebanyakan orang yang berwibawa awalnya memang berasal dari sikap pendiam. Namun, yang penting kita harus mampu membawa diri. Tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara.

Ia juga tahu waktu yang tepat ka¬pan harus bersosialisasi dan kapan harus sedikit individualis. Karena ti¬dak selamanya sikap individualis itu jelek. Asalkan seseorang mampu me¬ngontrol diri dan tahu saat yang tepat.
PENAMPILAN
Faktor inner beauty memang lebih mendasar dan besar pengaruhnya. Tapi akan lebih baik jika didukung penampilan luar. Namun tidak perlu meniru gaya atau style orang lain. Tampillah apa adanya. Tuhan menciptakan masing-masing orang dengan pribadi dan gaya yang berbeda-beda. Jadi, tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti style orang lain. Cukup berpenampilan yang baik, sesuai situasi dan kondisi, tidak berlebihan, sopan serta rapi. Itu akan mampu menimbulkan kesan awal yang positif.
Orang yang berwibawa juga harus punya rasa percaya diri. Orang-orang pasti akan kaget ketika melihat pemimpinnya tidak mampu berbicara di muka umum karena tidak memiliki rasa percaya diri. Oleh karena itu, mela¬tih kemampuan public speaking untuk meningkatkan rasa percaya diri sangat diperlukan.

TAK HANYA PEMIMPIN
Sikap wibawa tidak hanya dimiliki oleh seorang pemimpin. Semua karyawan pun harus berwibawa. Hal itu antara lain bisa ditunjukkan dengan punya prinsip kuat, tutur bahasa yang baik dan tidak emosional. Berbeda dengan sikap yang selalu menentang dan melawan arus. Seseorang yang berwibawa akan tahu saatnya mengungkapkan pendapat atau diam. Dengan demikian, atasan pun bisa menghormatinya dan tidak akan ada masalah antara atasan dan bawahan.
Memiliki pribadi yang berwibawa sangat dibutuhkan terutama dalam lingkungan kerja. Supaya kita bisa dihargai, dihormati dan disegani orang lain. Dan, itu bisa dimulai dari diri kita. Bukankah kita harus saling mendahului dalam memberi hormat seperti kata firman Tuhan?

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About Me

Foto saya
Belajar dari kesalahan, mengendalikan diri dan menerima kekurangan orang lain adalah hal besar yang perlu dipelajari. Teruslah Berkarya dan Anggap Suatu Masalah Sebuah Seni Kehidupan. Djanggan Cahya Buana, 21 Desember.

Artikel

Berpikir dan Berjiwa Besar Percaya Anda dapat berhasil, Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang, Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan. Berpikir ragu maka Anda gagal. Berpikir menang maka Anda berhasil. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia. Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar. Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri, percayalah bahwa Anda dapat berhasil.
Ada kesalahan di dalam gadget ini